Lalu Muhammad Zohri, Sang Juara Dunia asal Lombok yang tak diperhitungkan

Juara Dunia Lari 100 m putra

Beberapa hari terakhir ini publik media sosial digemparkan dengan prestasi yang diraih oleh salah seorang putra Indonesia yang berasal dari Lombok Nusa Tenggara Barat. Yah, saya melihat sendiri di media sosial dan televisi namanya disebut berulang-ulang dan videonya dilihan dan ditonton berulang oleh masyarakat. Juara Dunia U-20 Lari 100 M putra yang berlangsung di Finlandia itu diraih oleh Zohri setelah menyelesaikan lomba dengan catatan waktu yang memecahkan rekor nasional dan mengalahkan pelari unggulan dari Amerika dan Afrika.

Publik pun terkejut, dan banyak orang di media sosial menshare berita ini hingga berita kemenangan zohri ini pun menjadi viral dan diberitakan di televisi. Namun, setelah ditengok, sesaat setelah melewati garis finish, Zohri terus berlari kesana kemari sembari mencari Bendera Sang Saka Merah Putih. Namun belum juga ditemukannya. Akhirnya ia melakukan selebrasi dengan cara yang sangat elegan yakni Bersujud Syukur kepada Sang Maha Kuasa Allah SWT.

Setelah itu ia kembali mencari Bendera Merah Putih untuk dikenakannya,akhirnya ia mendapatkannya ditribun penonton bagian atas. Hilanglah kegelisahannya,karena telah menemukan Bendera Negaranya.

Juara Dunia Pertama dari Indonesia

Zohri adalah juara dunia pertama dari cabang atletik khususnya lari. Tercatat prestasi terbaik Indonesia diajang ini adalah peringkat ke-8. Artinya Zohri telah mampu membuktikan kepada Dunia bahwa Atletik Indonesia bisa berprestasi bahkan di tingkat dunia. Ia bahkan menjadi juara dunia lari yang pertama di Indonesia, wah mantap.

Juara Dunia Lari 100 m putra
Zohri

Kesederhanaan Keluarga Zohri

Setelah berita kemengan viral, maka orang-orang disekitaran Lombok mulai mencari tau keberadaan rumah Zohri yang diketahui berada di Dusun Karang Pansor Kec Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

Setelah ditemukan ternyata rumah zohri hanya rumah kayu dengan tembok bedek/berbahan bambu yang dianyam. Nampaknya kondisi rumah ini sangat memprihatinkan sehingga para warganet menanggapi kondisi ini dengan sedih. Sehingga para warganet dan beberapa tokoh nasional mengajak masyarakat untuk bersama-sama merenovasi rumah untuk zohri.

Adalah Para Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang pertama kali menyambangi rumahnya. Langsung terjun ke lokasi Danrem,Dandim setempat untuk meminta izin keluarga untuk merenovasi rumah Zohri. Dan kabarnya hari ini sudah mulai dilakukan renovasi rumah Zohri di Lombok Utara tersebut.

Para tokoh nasional seperti ustadz Adi Hidayat juga memberikan hadiah Umroh kepada Sang Juara Dunia ini. Ustadz Adi Hidayat sangat mengapresiasi perjuangan dari Zohri karena setelah diberi kemenangan oleh Allah SWT ia langsung sujud syukur.

Selain itu banyak juga hadiah yang akan diterima Zohri untuk memperbaiki tempat tinggalnya┬á tersebut, antara lain dari PPPA Darul QUR’AN, ACT (aksi cepat tanggap), Bupati Lombok Utara, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) dan masih banyak lagi.

Seorang Juara Dunia Yatim Piatu

Nampaknya kondisi Zohri yang sekarang telah menjadi Juara Dunia, bukanlah melalui proses yang pendek dan gampang. Setelah ditelusuri, ternyata Zohri adalah anak yatim piatu yang ditinggal oleh ayah dan ibunya. Ia juga menjadi atlet lari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menggapai impian yang diinginkan. Keadaaan yang serba terbatas ini tidak membuat ia putus semangat dan hilang harapan. Nampaknya, segala kekurangan yang ia miliki membuatnya semakin berpacu untuk berlatih lebih keras dan sekarang telah mampu menjadi Juara Dunia.

Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu terus berusaha untuk menggapai mimpi kita bagaimanapun keadaan kita saat ini. Motivasi dari kekurangan kita yang dapat membuat kita berpacu menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *